Yaumul Himmah

Yaumul Himmah hari Sabtu, 2 Rajab 1446 H/1 Februari 2025

Yaumul Himmah (يوم الهمة) dalam bahasa Indonesia berarti "Hari Semangat" atau "Hari Tekad yang Kuat".

Yaum (يوم) berarti "hari". Himmah (همة) berarti "semangat", "tekad", atau "ambisi yang tinggi".

Ungkapan ini bisa digunakan untuk menggambarkan hari di mana seseorang memiliki motivasi tinggi untuk mencapai sesuatu.

Kegiatan Yaumul Himmah

Hari Sabtu Tanggal 2 Rajab 1446 H yang bertepatan dengan Tanggal 1 Februari 2025, SMA PPKU WI kembali mengadakan kegiatan Yaumul Himmah . Agenda bulanan ini merupakan ajang bagi santri untuk menyetorkan hafalan Al-Qur'an mereka.

Sebagaimana nama kegiatan ini, para santri diharapkan memiliki semangat yang maksimal dalam menuntaskan target-target yang telah mereka canangkan. Para santri mengisi hari dengan kegiatan setoran hafalan selama seharian penuh. Dengan penuh fokus dan kedisiplinan, mereka menyetorkan hafalan secara bergantian. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan kualitas hafalan para santri.

Keutamaan Mendalami serta Menghafal Al-Qur-an

Mendalami serta Menghafal Al-Qur’an menjadi salah satu amalan yang sangat dianjurkan bagi seorang Muslim. Al Quran merupakan kitab suci umat Islam yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW melalui Malaikat Jibril. Al Quran memiliki fungsi sebagai pegangan dan dasar petunjuk kehidupan bagi umat Muslim. Keutamaan menghafal Al Quran menjadi ganjaran yang banyak diincar oleh seorang Muslim.

Adapun beberapa keutamaannya yaitu :

Keutamaan Mendalami serta Menghafal Al-Qur'an

  1. Golongan Manusia Mulia dan Terbaik

Orang yang mempelajari dan mengajarkan Al-Qur'an termasuk dalam golongan manusia terbaik.
رَوَى عُثْمَانُ بْنُ عَفَّانَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ:
"خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ".
"Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari Al-Qur'an dan mengajarkannya." (HR. Bukhari No. 5027)

  1. Mengukuhkan Jiwa dan Menenangkan Hati

Al-Qur'an adalah obat hati dan penenang jiwa dari kegelisahan serta kebimbangan.
"Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenang." (QS. Ar-Ra’d: 28)

  1. Mendapatkan Syafaat di Hari Kiamat

Orang yang membaca dan menghafal Al-Qur'an akan mendapat syafaat pada hari kiamat.
Dari Abu Umamah Al-Bahili, Rasulullah ﷺ bersabda:
"Bacalah Al-Qur’an, karena ia akan datang pada hari kiamat sebagai pemberi syafaat bagi para pembacanya." (HR. Muslim No. 804)

  1. Mendapatkan Rida Allah SWT.

Menghafal dan mengamalkan Al-Qur'an merupakan amalan yang disukai Allah.
"Dan apabila dibacakan Al-Qur'an, maka dengarkanlah dan diamlah agar kamu mendapat rahmat." (QS. Al-A'raf: 204)

  1. Membahagiakan Kedua Orang Tua

Hafidz Al-Qur'an akan memberi mahkota kemuliaan kepada orang tuanya.
Dari Buraidah Al-Aslami, Rasulullah ﷺ bersabda:
"Barang siapa yang membaca Al-Qur'an, mempelajarinya, dan mengamalkannya, maka kedua orang tuanya akan dipakaikan mahkota dari cahaya pada hari kiamat." (HR. Abu Dawud No. 1453)

  1. Ditempatkan Bersama Malaikat

Seorang penghafal Al-Qur'an akan ditempatkan bersama para malaikat yang mulia.
Dari Aisyah radhiallahu ‘anha, Rasulullah ﷺ bersabda:
"Orang yang mahir dalam membaca Al-Qur'an akan bersama para malaikat yang mulia dan taat." (HR. Bukhari No. 4937, Muslim No. 798)

  1. Mendapatkan Pahala yang Berlipat

Setiap huruf yang dibaca dari Al-Qur'an memiliki pahala yang besar.
Dari Abdullah bin Mas’ud, Rasulullah ﷺ bersabda:
"Barang siapa yang membaca satu huruf dari kitab Allah, maka baginya satu kebaikan. Dan satu kebaikan dilipatgandakan menjadi sepuluh kali lipat." (HR. Tirmidzi No. 2910)

  1. Doanya Mudah Dikabulkan

Hafidz Al-Qur’an memiliki keistimewaan dalam doanya yang mustajab.
Rasulullah ﷺ bersabda:
"Tiga doa yang tidak tertolak: doa orang yang berpuasa, doa pemimpin yang adil, dan doa orang yang terzalimi." (HR. Tirmidzi No. 3598)
Sebagian ulama berpendapat bahwa penghafal Al-Qur’an termasuk dalam kategori doa yang mustajab karena kedekatannya dengan Allah.


Referensi

  1. Kitab Shahih Bukhari – Imam Bukhari
  2. Kitab Shahih Muslim – Imam Muslim
  3. Sunan Tirmidzi – Imam Tirmidzi
  4. Tafsir Ibnu Katsir
  5. Riyadhus Shalihin – Imam An-Nawawi
  6. Al-Muwatha’ – Imam An-Nasai
  7. Fadhailul Qur'an – Imam An-Nasa'i