SMA Persiapan Pendidikan Kader Ulama (SMA PPKU) Wahdah Islamiyah menggelar Thinking and Knowledge Class bertema “Bantuan Hidup Dasar (BHD) bagi Orang Awam” di Masjid Markaz Ibnu Katsir, Sabtu (10/10). Kegiatan yang berlangsung pukul 09.00–11.30 WITA ini menghadirkan Ustaz Imran Nur, S.Kep., Ns., sebagai pemateri, dengan rangkaian acara berupa pemaparan materi, diskusi interaktif, dan praktik langsung.
Kegiatan ini bertujuan memperkenalkan pentingnya pengetahuan BHD kepada para santri, sehingga mereka tidak hanya memahami teori, tetapi juga memperoleh pengalaman praktik dalam mengenali dan menghadapi situasi darurat.
Acara kemudian dibuka melalui sambutan sekaligus pembukaan resmi yang disampaikan oleh Ustaz A. M. Nur Atma Amir, M.E., mewakili Kepala Sekolah SMA PPKU Wahdah Islamiyah.
Sebelum memulai pemaparan materi, pemateri terlebih dahulu menjelaskan pentingnya mempelajari BHD bagi masyarakat awam. Pengetahuan ini menjadi bekal penting agar seseorang memiliki pemahaman awal mengenai tindakan yang dapat dilakukan ketika menghadapi keadaan darurat, sembari memastikan pertolongan profesional dapat diperoleh.
Ustaz Imran Nur merupakan anggota Departemen Kesehatan DPP Wahdah Islamiyah sekaligus anggota HIPGABI (Himpunan Perawat Gawat Darurat dan Bencana Indonesia), organisasi profesi yang berfokus pada bidang keperawatan gawat darurat dan kebencanaan.

Materi disampaikan melalui presentasi yang telah dipersiapkan sebelumnya, disertai penjelasan mengenai teori dan penerapannya dalam situasi darurat.
Setelah sesi pemaparan materi, kegiatan berlanjut menuju praktik langsung. Pemateri bersama tim menyiapkan sejumlah alat peraga yang digunakan untuk membantu para santri memahami materi secara lebih konkret.
Sembari perlengkapan praktik disiapkan, moderator membuka sesi tanya jawab. Sejumlah santri memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyampaikan pertanyaan seputar materi yang telah dipaparkan.
Usai persiapan alat peraga, para santri mendapat kesempatan untuk maju secara bergiliran dan mempraktikkan materi yang telah dipelajari. Pemateri terlebih dahulu memperagakan tahapan yang benar, kemudian membimbing para santri dalam mengikuti praktik tersebut.
Tidak hanya membahas bantuan hidup dasar, pemateri juga memberikan penjelasan mengenai penanganan awal terhadap seseorang yang mengalami cedera serta penggunaan alat peraga yang relevan. Melalui demonstrasi dan praktik tersebut, para santri dapat menghubungkan teori yang disampaikan dengan penerapannya dalam situasi nyata.

Pada sesi ini closing statement, pemateri menyampaikan sejumlah nasihat dan kembali menekankan pentingnya mempelajari keterampilan dasar pertolongan pertama.
Melalui Thinking and Knowledge Class ini, SMA PPKU berupaya memperluas wawasan dan keterampilan para santri, khususnya dalam memahami bantuan hidup dasar bagi orang awam. Kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan kepedulian terhadap keselamatan sesama serta membekali santri dengan pengetahuan awal untuk menghadapi situasi darurat secara tepat dan bertanggung jawab.
Semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala memberkahi ilmu yang telah dipelajari, menjadikannya ilmu yang bermanfaat, serta membimbing para santri agar senantiasa memiliki kepedulian terhadap sesama. Semoga Allah menjadikan mereka pribadi yang sigap dalam kebaikan, amanah dalam mengamalkan ilmu, dan mampu memberikan manfaat bagi umat dan masyarakat.
Āmīn Yā Rabbal ‘Ālamīn.
Abdillah Alfaruq
